Selasa, 12 Februari 2019

Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycraft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019


Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycraft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019

Bismillaahirrohmaanirrohim ...
Halo Man-teman...
Kamu pada suka nggak sih sama sesuatu yang unik? Misalkan undangan pernikahan unik. Kado unik, printilan untuk foto yang unik memiliki kesan vintage, yang semacam itu? Kalau aku sih suka banget karena ada aura “beda” dan produk yang serupa serta punya nilai seni yang indah. Seperti yang pernah diperlihatkan oleh sosok pasangan suami istri yang tak lain adalah kenalanku. Eh, lebih tepatnya putra dari temannya Ma’e saat sekolah.

Namanya Mas Huda dan Mbak Dewi. Mereka yang suka meracuniku bisa membuka bisnis, walaupun jadi reseller atau memang menawarkan jasa yang kumiliki sesuai kemampuanku. Mengingat mereka punya bisnis dalam bidang Handycraft khususnya untuk undangan, baik undangan pernikahan, undangan ulang tahun, khitanan, dan semacamnya. Selain itu, keduanya juga menjajakan printilan untuk objek tambahan bagi fotografer seperti bunga kering, tali rami serta ada soufenir, sablon tas, buku tamu dan masih banyak lagi.

Jika mengingat perjalanan berbisnis dari Mas Huda dan Mbak Dewi ini, aku udah ambil beberapa hal untuk motivasi diri sendiri supaya memiliki #ResolusiBisnis2019 dan #IniSaatNya bisa eksekusi setiap impian untuk berbisnis bisa tercipta sesungguhnya, dan bukan angan-angan lagi. Nah, kali ini aku mau berbagi kisah dari Pasangan Suami Istri ini yang membuatku tertarik terjun dalam bisnis yang sama dengan mereka.

Bekerja dari Rumah


Hal ini berawal setelah Mbak Dewi memutuskan untuk resign dari tempat kerja sekaligus pindah domisili ke rumah suaminya – Mas Huda, dia memikirkan bagaimana caranya supaya dia bisa tetap beraktifitas dan bekerja dari rumah sekaligus tetap menjadi IRT. Jadi, walaupun bisa berkumpul bareng keluarga, dia mampu menghasilkan sesuatu yang berguna dan  tentunya yang memberikan income.

Belajar dari pekerjaan sebelumnya sebagai editor sebuah majalah dan sering menerima jasa desain undangan, Mbak Dewi pun mulai merintis bisnisnya dari awal setelah mendapatkan pesanan 1000 undangan gulung dari temannya. Dari situlah, Mbak Dewi bersama sang suami membuat aneka kreasi dari barang-barang sekitar yang menghasilkan sesuatu yang unik. Termasuk pada produk handycraft yang dipilih. 


Mbak Dewi yang berbaju bunga-bunga
Seperti di undangan gulung vintage dia memberikan variasi pada bentuknya seperti model kertas sayembara, untuk gulungannya pakai kayu bambu dan pinggirnya dikasih biji pohon karet. Kemudian undangan dimasukkan ke mika tebal yang siap kemas kepada para pemesan. Itu adalah sedikit cuplikan produk yang dihasilkan dari handycraft yang dibuat oleh Mayar Shopping yang tak lain adalah nama bisnis dari Mbak Dewi dan Mas Huda.

Nah, di awal-awal Mbak Dewi membuka bisnisnya tersebut aku diminta untuk ikut mendesain undangannya. Entah di cetak di tempat kerjaku atau di Jember, kadang aku masih bantu-bantu editing sebelum proses produksi. Karena hal itulah Mbak Dewi dan Mas Huda sering meracuniku “kenapa nggak buka bisnis sendiri aja? Memanfaatkan peluang dan passion yang dimiliki”.

Setelah mendapatkan pesanan 1000 undangan, dan ada konsumen yang memesan biji karet serta tali rami, daun kering, tercetuslah sebuah ide dari Mbak Dewi “Kenapa nggak diseriusi aja bisnis ini ya,” begitu pikirnya. Dari situlah keduanya mulai fokus membangun bisnis handycraft­-nya hingga saat ini.

Mbak Dewi juga mengatakan, modal awal yang digunakan adalah berbekal keberanian dan juga kenekatan. Dia nggak punya modal khusus untuk finansial menjalankan bisnis tersebut. Jadi misalkan ada yang pesan, dananya juga dari 50% uang muka yang diberikan oleh konsumen untuk modal bahan baku produk yang akan dibuat.

Selama proses produksi, Mbak Dewi dan Mas Huda bekerjasama dengan dibantu tetangga sekitar rumah mereka. Menurut Mbak Dewi sebagai penggagas adanya Mayar Shopping ini, sebuah kerajinan itu tergantung dengan tangan pembuatnya. Beda tangan ya beda pula kreasinya. Apalagi kalau nggak rajin juga nggak akan jadi produk handycraft yang dibuat.

Produknya sudah sampai luar negeri

Oh iya, produk dari bisnis Mbak Dewi ini dipasarkan dengan mengandalkan sosial media dari Facebook, Fanspage, Instagram, Whatsapp dan salahsatu marketplace. Yang tak kalah lain marketting dari mulut ke mulut. Jadi, misalkan ada 1 orang yang pesan undangan, maka orang tersebut kadang membagikan dimana ia memesan produk tersebut. Kemudian orang lain akan lebih tahu siapa itu Mayar Shopping dan ingin memesan produk dari sini.

Menyoal tentang omset yang diperoleh di tiap bulannya, Mbak Dewi mengatakan kalau dia bisa mendapatkan omset kotor hingga 2-3 juta rupiah per bulan. Pernah juga bisa lebih dari 4 juta, itu pun tergantung pemesanan produk dari pelanggan. Semakin banyak juga akan menambah omset yang didapatkan. Pun harga produk yang dipasarkan sangat terjangkau untuk undangan pernikahan gulung, bervariasi dari 3000 sampai 5000 rupiah. Berbeda pula untuk buku tamu undangan yah, hheee,


Nggak usah takut barang nggak laku. Mungkin sekarang nggak, tapi mana tahu besok. Selagi mau berusaha, pasti ada jalan” – Dewi Uji Priyanti


Back to the Reality #IniSaatNya #ResolusiBisnis2019


Dari cuplikan perjalanan bisnis dari Mbak Dewi di atas, membuatku mengingat lagi passion apa yang bisa dijadikan ladang bisnis. Selain itu, memperhatikan beberapa hal yang bisa menunjang kegiatan tersebut supaya tercapai Resolusi Bisnis di Tahun 2019 ini.

Ragam bisnis

Kalau lihat dari hobi, aku pengen banget buka bisnis kuliner. Seperti makanan dengan sistem Delivery Order. Mengingat sekarang apa-apa bisa cukup andalkan sama smartphone untuk pesan, lalu produk bisa di antarkan.

Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycraft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019

Hal tersebut juga berdasarkan pengalaman di tempat kerja, saya sering dipercaya teman se-devisi untuk membuat masakan untuk dimakan berdua. Atau diminta untuk masak ini itu untuk disantap bersama di tempat kerja. Karena satu hal, emang suka masak tapi ya kurangnya di alatnya yang belum lengkap aja. Kecuali udah menentukan mau bikin bisnis kuliner tertentu yang hanya membutuhkan alat seadanya. Ya kalau bisa lengkap sih, hahaa

Bisnis kedua yang terngiang adalah jasa desain logo, desain undangan, desain kartu nama, desain brosur, banner, order pop up. Kalau hal itu ya berdasarkan pengalaman yang udah aku dapatkan dari tempat kerja pun berbekal dari perjalanan membuka bisnis dari Mbak Dewi.

Bingung cari Pemasok Bahan untuk Produk?

Nah, kadang tuuh ada kendala cari pemasok untuk kebutuhan penunjang produksi dari produk yang akan dibuat, apalagi kalau perlu beberapa bahan untuk keperluan bisnis. Maunya kan cari yang harga lebih miring namun dapat paket banyak. Dan ternyata ada loh e-commerce yang memiliki layanan sebagai supplier yang juga sebagai Pusat Grosir Online  untuk produk penunjang kebutuhan bisnis. Emang seperti apa sih e-commerce tersebut? 

Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycraft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019

Kenalan dengan Ralali.com

Ralali.com adalah sebuah B2B Marketplace (bussiness to bussines) yang mana di sini tempatnya suppier atau pemasok untuk beragam usaha dari pemilik bisnis seperti kuliner, otomotif, beauty, bangunan, elektronik, perangkat keras untuk komputer, dekorasi, kesehatan, mesin dan industri, jasa, dan lain sebagainya yang terpercaya sesuai usaha  yang kita miliki melalui website Ralali.com 


Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycraft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019

Dibalik nama Ralali.com

Mungkin kamu tidak asing dengan kata "Ralali". Yap, kata ini diambil dari ungkapan bahasa Jawa yang asalnya "Ora Lali", yang mana artinya "Tidak Lupa" atau "Tak Terlupakan". 

Visi dan Misi Ralali.com

Ralali.com memiliki visi untuk menjadi sebagai platform bisnis yang menghubungkan dan memberikan solusi bagi para pebisnis melalui teknologi digital.

Sedangkan misinya sendiri adalah menjembatani pebisnis melalui teknologi digital dengan mengembangkan teknologi yang handal dan user-friendly yang dapat dijadikan platform bisnis unggulan berkelas dunia, mengembangkan SDM dalam bidang teknologi digital dan bisnis, serta membangun ekosistem pebisnis dalam Ralali.com

Nah, memang benar prestasi yang telah banyak di raih Ralali.com menjadi bukti bahwa marketplace ini sudah banyak dikenal oleh para pebisnis dalam menyuplai kebutuhan barang untuk bisnis mereka. Yang mana pihak Ralali.com telah banyak menggugah para pebisnis bertemu penyuplai produk dari satu website di Ralali.com

Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycraft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019


Kemudahan membeli barang di Ralali.com 

1. Websitenya mudah diakses tapi jangan lupa bikin akun dulu dan diaktifin ya
2. Ada banyak produk yang ingin dibeli secara grosir berdasarkan jenis bisnis yang kita miliki
3. Dapat menyortir produk yang masuk kategori berdasarkan wilayah tertentu atau spesifikasi lainnya.
4. Proses pembayaran yang aman dan terpercaya pastinya.
5. Ada beberapa promo menarik setiap harinya yang bisa dimanfaatkan untuk pembelian produk yang diinginkan
6 . Jika ada kendala jangan sungkan-sungkan tanya sama Customer Servicenya loh ya, hehhee

Nah, sekarang adakah di antara kamu sedang mencari bahan produksi untuk usaha kamu dalam bidang tertentu, atau akan mewujudkan #ResolusiBisnis2019 yang sudah kamu rencanakan sejak awal tahun. Yuk #IniSaatNya kamu, pun aku juga untuk take action  untuk membeli keperluan barang produksi melalui Ralali.com

By the way, kamu punya usaha apa nih? bisikin di kolom komentar ya. Atau yang mau kenalan langsung sama Ralali.com bisa kepoin informasi kontaknya di bawah artikel ini ya. Semoga artikel tentang Sebuah Inspirasi dari Pengusaha Handycarft dan Resolusi Bisnis di Tahun 2019 ini bisa bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar kamu, ya.

See yaaa
Mbak Ruroh



Twitter : @ralalicom
Instagram : Ralalicom
Facebook : Ralalicom B2B Marketplace
Phone : 021 – 3005 2777
Email : info@ralali.com

16 komentar:

  1. Jadi inget, diriku ini veteran crafter, jualan souvenir wedding juga dulu.
    Sekarang craftingnya buat konten Yucup aja deh, hihi

    BalasHapus
  2. Ralali.com memang sangat inspiratif ya... Bisa dijadikan acuan untuk merencanakan sebuah bisnis. TFS ya mbak Ruroh semoga menang kontesnya.

    BalasHapus
  3. Aku juga nyiapin souvenir. Bikin sendiri juga. Buat nikah. Tapi kalo ada orang yg mau beli, ya kujual. Hahaha.

    Mental bisnisku belum muncul iiiiih. Semuanya masih dilakuin suka2

    BalasHapus
  4. Pernah sih dulu jalanin bisnis semacam itu saat perkembangan dunia maya belum sepesat sekarang. Gak bertahan karena kesulitan masarinnya. Boleh nih dicoba lagi...thx inspirasinya..

    BalasHapus
  5. Unik deh ide bisnisnya. Zaman sekarang orang-orang udah makin kreatif dengan undangan, bisa desain back to nature pake tali-tali rami segala hehe

    BalasHapus
  6. Mantab yah kak, skrg ada B2B yang dapat menghubungkan supplier dgn konsumen secara praktis dan cepat, hehe.

    BalasHapus
  7. udah sering denger ralali tp belum pernah belanja di sini.

    BalasHapus
  8. Salut bagi yg tekun di bisnis handycraft. Butuh napas panjang dan managemen yang bagus.

    BalasHapus
  9. Kata orang, memulai bisnis atau usaha bagusnya dari sesuatu yang kita sukai atau hobi. Maka itulah pasion kita, Mbak Rohmah.
    Ayo, smeangat gali pasionnya dan berbisnis, Mbak.

    BalasHapus
  10. Kangen sama bebikinan kreasi cantik begini...
    Jaman dulu sekolah, aku suka banget bikin sesuatu yang (menurutku) unik.
    Bukan untuk dijual, untuk dikirim-kirimin ke temen sebagai kartu lebaran atau surat menyurat.
    jaman dulu masih heiitts yaa...

    BalasHapus
  11. klo biacara bisnis, akupun bingung mau bisnis apa, tapi secara tidak langsung aku juga pgn punya usaha sampingan,, semoga kelak aku bisa berbisnis sendiri. Aminnn

    BalasHapus
  12. Aku juga pernah dapat undangan yang unik dan biasanya aku simpan agar bisa dipandang-pandang lagi.

    Baidewei, dulu masih belum paham apa itu Rarali.
    Tapi makin sering baca review seperti ini wawasan jadi ikut bertambah...

    BalasHapus
  13. Aku waktu belum kuliah juga sempat pengen bisnis kuliner dengan sistem pesan antar. Waktu itu aku ingin bisa kayak ojek online sekarang, bisnis pesan antar makanan. Sudah sempat memikirkan konsep yang ingin dilakukan, sayangnya aku harus kuliah merantau jadi idenya hanya sekadar ide. Apalagi sekarang sudah ada ojol di sekitar rumah

    BalasHapus
  14. Sekarang biarpun dirumah aja udah bisa punya bisnis dong ya apalagi udah ada Ralali.com kan hhi

    Enychan

    BalasHapus
  15. Mga resolusi nya terwujud ya mbak. Aamiin

    BalasHapus
  16. Aku sedang bepajar desain video undangan yang unik nih 😀

    BalasHapus

Kalau mampir kemari, tinggalkan pesan kalian ya
Biar berkunjung ke tempat kalian